Cinta Itu Buta ? Bukti Ilmiah
Iformasi Huderi’s Blog >> Kumpulan Berbagai Informasi Menarik
Ada yang bilang Cinta itu memang buta ” Bisakah dibuktikan secara ilmiah bahwa cinta itu buta ?
Berikut informasi yang menjelaskan mengenai Bukti Ilmiah Cinta Itu Buta.
Rasa cinta ternyata dapat mengaktifkan beberapa bagian otak dari sang pencinta. Hal ini dibuktikan melalui penelitian terhadap gambar-gambar fungsional magnetic resonance imaging (fMRI) dari otak orang yang sedang jatuh cinta. Bagian otak yang aktif adalah daerah kortek dan subkortek; daerah yang diketahui mempunyai aktifitas dopaminergik dan terkait dengan senyawa dopamin dan serotonin. Dopamin adalah senyawa yang dapat menimbulkan rasa senang. Sedangkan serotonin dianggap penting dalam mengatur hubungan emosional juga ikatan antar individu.
Menariknya, ketika bagian kortek dan subkortek ‘menyala’, bagian otak lain seperti temporal, parietal, and kortek frontalis yang dianggap berperan pada pengambilan keputusan malah meredup. Mungkin inilah yang menyebabkan orang yang jatuh cinta agak tidak rasional dan benar kata orang bahwa ‘cinta itu buta”.
Penelitian ini dilakukan terhadap 24 orang sukarelawan. Setengah dari sukarelawan adalah pria dan setengahnya lagi adalah wanita. Enam orang dari masing-masing jenis kelamin adalah homoseksual, dan 12 sisanya adalah heteroseksual. Reaksi hampir sama ditunjukkan, baik oleh sukarelawan pria atau wanita, baik homoseksual maupun heteroseksual.
Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari University College London dan dipublikasikan di jurnal PLOS One.
Itulah informasi mengenai Bukti Ilmiah Cinta Itu Buta,. Benar atau tidaknya tergantung pada sudut pandang kita bagaimana cara mengartikan sebuah Cinta dan yang pastinya Setiap manusia itu mempunyai rasa cinta.
Posted on Oktober 24, 2012, in Cinta itu buta, Dunia Informasi and tagged buta, buti cinta, cinta, cinta buta, cinta itu buta, jatuh cinta, kortek, magnetic resonance imaging, manusia, rasa cinta, university college london. Bookmark the permalink. Tinggalkan Sebuah Komentar.


















Tinggalkan Sebuah Komentar
Komentar (1)